Sunday, May 16, 2010

Mengetahui Teknik Airless Spray System vs Air-Conventional Spray System dalam air brush

Street Graffiti



huh???judulnya panjang banget ya???hm okey saja aku memberi tahu kalian perbedaan Airless Spray System dan Air-Conventional Spray System sebenarnya artikel ini aku dapatkan dari dokumen diskusi para master Air Brush...maaf aku cuma bisa Copas saja...hehehe karena aku gak tahu istilah-istilah dari Air Brush.. Loh kuk Tentang Air Brush?? tidak nyambung ya dengan Graffiti...tapi sebenarnya aku itu ada.. cuma berbeda alat saja sih....tapi intinya sama memakai alat semprot Cat....malah mungkin teknik Air Brush yang lebih sulit... karena kalian harus setting sendiri dan harus tahu jarak yang pas untuk menembak.... okey langsung saja, Prinsip kerja dari conventional air spray dan airless berbeda, faktor yang membedakan ini adalah sistem pengkabutannya, biasanya disebut dengan atomisasi. Pengkabutan air spray disebabkan oleh adanya pertemuan antara angin dan cat pada tudung spray gun (air cap, kepala spray gun) baik itu secara internal maupun external mix sehingga cat berbaur dengan angin terpecah menjadi sekumpulan partikel yang sangat halus dan lembut. Sedangkan airless, atomisasinya terjadi karena adanya tekanan hidraulik pada cat yang ditransportasikan ke suatu celah yang sempit (nozzle atau tip) pada spray gun sehingga terjadi pengkabutan. Tekanan hydraulik pada airless ditimbulkan oleh pompa pengecatan. Untuk dapat beratomisasi dengan baik, air spray membutuhkan tekanan angin sekitar 2 - 5 bar, dan airless membutuhkan tekanan hidraulik minimal 70 bar. Dari prinsip kerja ini dapat disimpulkan kelebihan dan kekurangan masing masing peralatan sebagai berikut:

Kelebihan air spray: hasil pengecatan sangat halus dan tipis karena adanya angin yang berbaur dengan cat pada atomisasi (maka itu umumnya industri otomotif menggunakan alat ini), peralatan ini umum dipergunakan dan sangat mudah dioperasikan dalam pengertian bahwa pengatur pengontrol cat, kelebaran sudut semprot, dan volume angin terletak pada spray gun. Sedang kekurangannya, sistim air spray ini tidak sanggup dipergunakan untuk cat yang kekentalannya diatas 20nk2 (umumnya untuk pengecatan konstruksi / protective coatings, jenis cat yang dipergunakan sekarang tergolong high-solid diatas 70%, maka itu harus diencerkan terlebih dahulu dengan banyak thinner), kekurangan yang lain dari air spray, transfer effisiensinya sangat minim, jumlah cat menempel pada benda yang disemprotkan hanya berkisar 25 - 35% saja, selebihnya terbias-balik menjadi polusi.

Kelebihan airless dibanding air spray: pekerjaan lebih cepat karena atomisasinya terdiri dari cat saja (sesuai namanya airless berarti pengkabutan tanpa angin), kalau menggunakan air spray untuk pengecatan satu bidang misalnya membutuhkan 3 - 4 pass (1 pass = 1 kali gerakan semprot mulai dari bidang sudut kiri ke kanan), airless hanya membutuhkan 1 - 2 pass saja dengan hasil ketebalan yang sama, airless cocok dipergunakan untuk penyemprotan bidang yang lebar dan pekerjaan yang banyak terutama yang memerlukan kecepatan kerja, selain itu transfer efisiensinya jauh lebih bagus dibanding air spray, berkisar 50%. Kelebihan lain dari alat ini sanggup dipergunakan untuk penyemprotan cat yang tergolong hi-build maupun high-solid contents. Kekurangan dari airless, alat ini tidak flexible, pengaturan tekanan cat tidak dapat diatur pada spray gun tapi pengaturan terletak pada pompa pengecatan, begitupun kelebaran sudut semprot tidak dapat diatur (sudah fix sesuai ukuran tip / nozzle), untuk mengganti kelebaran sudut semprot diperlukan pergantian tip atau nozzle. Hasil pengecatan yang dihasilkan tidak sehalus air spray karena tekanannya yang tinggi dan atomisasinya yang tidak mengandung angin, maka itu hasil finish kadang kala menyerupai kulit jeruk atau orange-peel, oleh sebab itu untuk menghindari atau meminimalkan orange-peel ini diperlukan teknik pengaturan tekanan yang baik yang selaras dengan kelebaran sudut semprot maupun jarak sudut semprot, semua ini harus seirama supaya hasil finish yang dihasilkan bagus.

Didalam industri protective coatings (istilah yang digunakan untuk pengecatan steel, perlindungan terhadap karat / korosi), air spray biasanya digunakan dengan pressure pot atau tabung tekan, biasanya menggunakan kapasitas tabung 20 liter dilengkapi dengan pengaduk atau agitator yang digerakkan oleh tekanan angin dari kompressor. Alat ini sangat umum dipergunakan untuk penyemprotan zinc (umumnya viscositasnya encer) Sedangkan sistem airless sangat bagus digunakan untuk jenis cat epoxy maupun polyurethane terutama yang mengandung high solid contents.

Untuk mengatur atau mengontrol ketebalan yang diperlukan (dry film thickness disingkat dft), salah satu kriteria yang diperlukan adalah menggunakan ukuran tip / nozzle yang tepat, karena tip ini berhubungan dengan berapa banyak volume cat yang disemprotkan cc per menit, semakin besar ukuran tip berarti semakin besar diameter lubang keluar cat (orifice size) dan semakin banyak volume cat yang dikeluarkan per menit. Untuk menggunakan ukuran tip / nozzle yang tepat, selalu disarankan agar pemilihan didasarkan pada "paint reference manual". Pada manual tersebut, jenis cat dan spesikasi tip size yang harus digunakan selalu dicantumkan, maka itu setiap pembelian cat terutama jenis protective coatings sebaiknya manual tersebut diminta dari vendor. Begitupun seperti yang dikatakan diatas bahwa selain menggunakan ukuran tip yang tepat, penyetelan tekanan cat dan teknik penyemprotan yang benar (kelebaran sudut semprot dan jarak sudut semprot) adalah unsur yang sangat penting didalam mendapatkan ketebalan dft yang diperlukan (misalnya 4 - 6 mil / 100 - 150 micron). Semua ini, tip size + pressure setting + spray technique saling terkait satu sama lain, semuanya harus selaras.

Mengenai HVLP atau high volume low pressure, spray gun ini adalah jenis air spray conventional (yang disebutkan diatas) yang telah dikembangkan teknologinya supaya transfer effisiensinya lebih bagus dari air spray, supaya cat lebih banyak yang menempel dan kurang yang terbuang agar polusinya dapat diminimalkan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh EPA (environmental protection agency), karena kebanyakan negara sekarang sangat care dengan polusi. Prinsip kerja spray gun jenis ini sama dengan conventional air spray, masing masing tergolong "air atomisation method", yang membedakan hanya design dari tudungnya (air-cap). Pada jenis HVLP ini, tudungnya memiliki lebih banyak lubang biasanya terdiri dari 8 sampai dengan 12 lubang, akibatnya tekanan angin menjadi kecil (akibat pressure drop) dan sebaliknya volume angin lebih banyak, maka itu dinamakan high volume low pressure. Memang HVLP ini lebih tinggi transfer efisiensinya (tidak boros) dibanding air spray tapi kelemahannya pekerjaan menjadi lamban karena tekanannya dibatasin, makanya diperlukan lebih banyak pass dibanding airspray untuk mendapatkan ketebalan yang sama. bagaimana???kata-katanya??? aku tidak tahu dari jarak Cm saja sampai dihitung.... yah semoga saja kalian bisa terbantu dengan artikel ini dan yang menulis ini adalah Mohammad Firman tapi aku tidak tahu darimana dia berasal... oeky tetap berkarya hidupkan kota kalian dengan seni jalanan jangan patah semangat terus berjuang semoga berhasil.......

yah artikel ini cuma buat pengetahuan saja buat kalian... tapi aku ini juga berguna untuk kalian karena bisa lebih tahu bagaimana cara kerja yang benar dalam menggunakan alat lukis semprot.....

Sumber:www.migas-indonesia.com

0 comments:

 

Street Styles Design by Insight © 2009